Tinggalkan komentar

Kedudukan Doa Dalam Islam – Ust.Dwi Condro Triono

Sebagian ummat Islam memahami bahwa do’a dapat dijadikan sebagai jalan (thoriqoh) untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. Mereka sangat mengandalkan do’anya sendiri, atau meminta pertolongan dengan do’anya orang-orang sholih. Mereka enggan berusaha dan berikhtiar, upaya yang ditempuh hanya satu, yaitu berdo’a kepada Allah SWT, dan senantiasa mengharapkan munculnya keajaiban-keajaiban dari do’a. Namun disisi lain ada juga ummat Islam yang malas berdo’a karena mereka tidak yakin, bahwa do’anya akan dapat menyelesaikan masalah hidup yang dihadapinya. Jika mereka berdo’a, hanya sebatas “formalitas” belaka. Mereka sangat mengandalkan ikhtiarnya.

Lalu bagaimana kedudukan do’a dalam Islam? Pengkajian kali ini masih merupakan lanjutan dari kajian aqidah Islam pada keimanan kepada Qadha dan Qadar.

Tanya jawab dan pembahasannya: hukum tawasul, hukum curhat kepada sesama makhluk Allah, bolehkah berdoa kepada rasul untuk meminta syafaat, bolehkah berdoa untuk menang undian, hukum undian, rukun judi, hukum sms voting di TV, dll

  1. download MP3 (16MB)
  2. powerpoint (1MB)

 

_________________________________
Kajian ini merupakan bagian dari rangkaian Islamic Business Coaching (IBC) Pengusaha Rindu Syariah (PRS) Jogja.

Kajian lainnya bisa di download lewat sini

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: