Meninggalkan komentar

Menjalankan Islam Secara Keseluruhan – KH.M.Shiddiq Al Jawi

u shidBulan Ramadhan yang berlalu semestinya menjadi cermin bagi setiap muslim untuk berintrospeksi. Begitu banyak Al-Qur’an dibaca karena umat muslim menyadari ganjaran besar dari aktivitas tersebut. Hal ini memang tepat, mengingat Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Akan sayang sekali pembacaan ini seringkali tidak diikuti pentadabburan dan pemaknaan akan hikmah, sekaligus perintah-perintah yang Allah berikan kepada manusia, yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran mendalam terhadap Al-Qur’an semestinya mengantarkan seorang menjadi pribadi muslim yang ta’at kepada Allah, sekaligus qona’ah pada perintah-Nya, beringan hati untuk masuk kedalam Islam secara menyeluruh. Download khutbah Jum’at dari KH.M.Shiddiq Al Jawi yang berjudul “Menjalankan Islam secara Keseluruhan” berikut ini. download

Meninggalkan komentar

Mengkritisi Istilah “Islam Nusantara” – KH.M.Shiddiq Al Jawi

ISNUShqdefault“Islam Nusantara” menjadi istilah yang ramai dibincangkan akhir-akhir ini. Setelah para akademisi berlatarbelakang liberal meluncurkan istilah ini, gayung bersambut, para pejabat negara-pun menggunakannya dalam banyak kesempatan. Belakangan salah satu ormas terbesar di Indonesia dikabarkan akan memakainya sebagai tema muktamar tingkat nasionalnya. Bagaimana Hizbut Tahrir Indonesia memandang masalah ini? Mengapa gagasan “Islam Nusantara/Islam Indonesia” perlu ditinjau secara kritis? Berikut pemaparan  KH.M.Shiddiq Al Jawi dalam kuliah tarawih di Masjid Syuhada Yogyakarta, tentang “Islam Nusantara”.

Download

—————————

Dengar juga kajian “Islam Nusantara” oleh Ustadz Titok Priastomo di sini

6 Komentar

Muhammad Al-Fatih Sang Pembantai Dracula – Ustadz Felix Siauw

cover-ghazi copy

Apa yang Anda pikirkan ketika disebut “Dracula”? Dracula, sosok hantu berwajah pucat, rambut klimis disisir belakang, dengan taring yang panjang, penghisap darah, immortal dan kejam. Banyak orang sanksi dengan kenyataan bahwa Dracula pernah benar-benar ada. Namun ia bukan seperti yang digambarkan dalam novel fiksi dan film-film. Kisah ini terjadi pada tahun 1400an. Semuanya bermula saat Vlad II penguasa Wallachia meminta bantuan pada Kesultanan Utsmani (Murad II) saat kekuasaannya ingin diserbu tentara Hungaria, yang bersekutu dengan Klan Danesti. Utsmani mengabulkan permohonan ini dengan syarat Wallachia mau tunduk patuh pada Kesultanan Islam.

Hungaria berhasil dipukul mundur, dan sebagai balas jasanya Vlad II membayar upeti rutin pada kaum muslimin, sekaligus mengirim dua anaknya, Vlad III dan Radu sebagai jaminan ketundukan. Sementara Radu tumbuh menjadi pelajar dengan prestasi yang sangat baik, Vlad III Dracula yang merupakan pewaris tahta Ordo Dracula justru memendam kebencian yang sangat besar pada kaum muslimin. Ia juga tidak senang dengan ayahnya yang mau tunduk pada kekuasaan Islam, dan menghianati perjanjian Ordo Draculesti. Kisah berlanjut sampai kemudian Vlad III diutus Sultan Murad II untuk kembali untuk memimpin negerinya pasca bapaknya mangkat.

Pengkhianatan pun terjadi. Pembantaian dilakukan pada puluhan ribu penduduk-penduduk sipil di sepanjang sungai Danube dengan cara mengerikan. Radu (Kakak Vlad III) yang menjadi kepala satuan Janissaries, diutus untuk membereskan Vlad II Dracula. Namun Janissaries juga hampir mengalami kekalahan hingga Muhammad Al-Fatih harus turut turun ke medan peperangan. Bagaimana kisah selengkapnya? Apa pelajaran penting dari kisah ini? Mari kita simak bincang-bincang bersama Ustadz Felix Siauw “Muhammad Al-Fatih Sang Pembantai Dracula” berikut ini.

*invite pin kami 7EB722C9 untuk mendapat notifikasi kajian terbaru

Meninggalkan komentar

Menyoal Peran Politik Iran di Timur Tengah – Ust Farid Wadjdi

slider-radioJika kita melihat peta perpolitikan dunia, akan kita dapati bahwa Iran termasuk negara yang mulai diperhitungkan, apalagi setelah Amerika membiarkan pengembangan nuklir yang dilakukan negara ini. Kita melihat pula banyaknya peran2 transnasional yang dilakukan Iran kepada negara-negara di sekitarnya. Apakah peran ini independen ataukah dibelakangnya ada peran negara lain? Bagaimana sentimen syiah dijadikan Iran dan AS sebagai senjata untuk melancarkan kepentingan-kepentingan mereka? Bagaimana kans Iran di masa depan? Simak analisis politik dari Ustadz Farid Wadjdi (DPP HTI, Pimpinan Redaksi Tabloid Media Umat) berikut ini, “Menyoal Peran Politik Iran di Timur Tengah”

 

1 Komentar

Mengenal Kemampuan Robotik dalam Otak Manusia; Melejitkan Prestasi Kuliah dan Dakwah – Ust Nopriadi Hermani

Robot dan manusia, dua hal yang sama pada satu sisi dan berbeda di sisi lain. Apa salah satu persamaannya? Ternyata ada kemiripan antara kemampuan robotika dengan bagaimana manusia mengatur dirinya.

Dalam robotika, dikenal  model matematika untuk menanamkan kecerdasan pada robot. Model  matematika ini disetel pada robot sampai pada titik dimana model matematika menjadikan robot itu cerdas. Lantas, apa hubungannya dengan otak  manusia? Ternyata, kecerdasan manusia juga dibuat dengan pola yang analogis dengan robot. Jika robot dibentuk dengan model matematika, maka manusia dibentuk dengan self model. Apa perbedaan dan persamaannya? Simak selengkapnya kajian dari Ust. Nopriadi Hermani (Dosen Teknik Fisika UGM, penulis buku The Model) dari audio berikut ini | mirror file (Sendspace)

*Invite pin 7EB722C9 untuk notifikasi kajian terbaru
Meninggalkan komentar

Ramadhan Momentum Mengembalikan Rahasia Kekuatan Umat (Khutbah)

ust yusuf mustakim

Umat Islam memiliki tiga rahasia kekuatan. Rahasia inilah yang membuat mereka tetap eksis selama beribu tahun sepeninggal Rasulnya. Rahasia yang membuat mereka tetap bertahan di tengah serangan bangsa-bangsa asing. Rahasia yang membuat mereka terus berkembang dan memperbanyak jumlah pemeluknya. Rahasia ini sangat dipahami oleh orang-orang kafir, sehingga mereka memberikan daya yang sungguh-sungguh untuk melemahkan umat Islam. Tiga rahasia yang dituliskan oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya yang berjudul Mafahim Hizbut Tahrir itu adalah: Aqidah Islam; Hukum-hukum Islam; dan Pemikiran-pemikiran Islam.

Agar Ramadhan tidak datang dan pergi begitu saja, sudah semestinya umat Islam menggunakannya untuk memahami potensi besar yang mereka miliki, agar mereka mampu mengembalikannya, dan menjadikan umat ini tinggi lagi mulia. Simak uraian Ustadz Yusuf Mustakim, S.Kom.I (Humas HTI DIY), “Ramadhan Momentum Mengembalikan Rahasia Kekuatan Umat” dalam audio khutbah berikut ini: dengar dan download

*sila invite pin 7EB722C9 untuk berlangganan info rekaman kajian terbaru