Tinggalkan komentar

Dirosah Islam Ustadz M Shiddiq Al Jawi – Hukum Menghina Kewajiban Khilafah dan Tanya Jawab Seputar Hukum Barang ‘KW’

mp3 publication copy

Pada kesempatan kali ini sebenarnya tidak hanya membahas tentang seputar hukum barang kw atau tiruan akan tetapi juga “Hukum menghina hukum syariat” secara umum atau lebih khusus “hukum melecehkan kewajiban Khilafah” dan juga pada kesempatan ini Ustad.  Shiddiq Al-Jawi juga menyinggung tentang  seputar hukum nama seseorang .

1. Hukum menghina syariat Islam dan melecehkan  kewajiban Khilafah

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

Dalam hal menghina secara syari’I menurut para fuqaha tidak serta merta langsung dihukumi kafir. Karena dalam perkataan yang menghina itu dibagi atas 3 yaitu : jaazim (tegas/jelas), sharih (terang-terangan), dan kinayah (sindiran).

Lalu ada lagi persoalan melecehkan kewajiban khilafah, seperti di bidang kurikulum saat ini misalnya. Ini pun sepak terjak Islam hanya dipelajari sejak tahun 1928 saja tanpa melihat perjalanan sejarah Rasulullah dalam mengatur negara. Sehingga ketika wajibnya mendirikan Negara khilafah dicoba untuk mulai diajarkan maka banyak sekali tuduhan yang menganggap hal ini hanya akan menimbulkan generasi-generasi pemberontak, teroris, radikal, ekstrimis dan semacamnya. Lantas bagaimana hukumnya mengenai hal ini ?

2. Hukum Barang Kw (tiruan)

“Barang siapa yang melakukan penipuan/kecurangan (al ghisy), maka dia bukanlah golongan kami.” (HR. Muslim, no 164)

Inilah yang paling mendapatkan respon hangat dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya barang Kw mulai akrab di dalam aspek jual-beli kita di masa sekarang ini. Justru kian lama barang kw ini malah semakin dicari konsumen karena dianggap mampu memberikan nilai gengsi dan manfaat  tanpa harus merogoh kocek sebagaimanan mestinya. Bagaimana hukum Islam memandang terhadap fenomena ini ? apakah ini termasuk kecurangan (al ghisy) yang di larang Rasulullah tidak?

Lalu kemudian apakah sama hukumnya memfoto copy buku, membeli CD bajakan, dan memakai software bajakan dengan barang tiruan ? Nah, biar gak penasaran langsung aja klik : DOWNLOAD. mp3

(Ridwan Kholid A)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: