Tinggalkan komentar

Kekeliruan Mendasar dalam Kategorisasi Istilah Anak, Remaja dan Dewasa – Ismail Yusanto

Tanpa disadari ternyata UUD yang dibuat atas dasar demokrasi tanpa mempertimbangkan aturan-aturan yang telah disediakan oleh Allah berakibat fatal. Salah satunya adalah berakibat pada anak-anak.  Baik cara kita bertindak maupun memandang mereka. Sehingga lambat laun semakin menimbulkan dampak yang signifikan seperti meningkatnya angka kekerasan kepada anak, kekerasan seksual kepada anak-anak(pedhopile), atau bahkan tidak-tidak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak itu sendiri.

Kesalahan mendasar yang merangsang semua permasalahan ini ialah akibat dari kategorisasi yang keliru terhadap anak dan remaja. Negeri kita ini menetapkan sebagai mana teori masa puber yang ditetapkan oleh ilmu psikologis bawah remaja yang berusia di bawah 18 tahun itu termasuk anak-anak. Yang dalam artian bahwa tindakan atau tingkah laku apa saja yang mereka perbuat termasuk apabila mereka melakukan tindakan dan prilaku kriminal tak lebih itu semua termasuk dalam kategori prilaku anak-anak. Sehingga apabila ada tindak kriminal yang dilakukan oleh remaja di bawah usia 18 tahun otomatis mereka tidak akan mendapat tindakan hukum alias bebas hukum, karena masih dianggap anak-anak.

Inilah yang membahayakan secara serius, selain pada usia belasan tahun merupakan masa pancaroba yang riskan dan sangat menentukan karakter mereka di usia-usia selanjutnya. Kecil kemungkinan kita akan mengharapkan generasi unggul dari generasi yang pada masa mudanya dibuarkan tumbuh tanpa ada rasa ikatan moral, tanpa ada hukuman bila ia melakukan kesalahan tindak kriminal.

Hal ini sangat jauh berbeda bagaimana Islam memperlakukan anak-anak. Dalam Islam berapapun usianya bila anak-anak telah mengalami masa haid bagi seorang wanita dan mimpi basah bagi seorang pria maka sebutan anak-anak seketika itu lepas dari dirinya. Sehingga pada saat itu juga mereka resmi menjadi muslim yang mukalaf (bertanggung jawab dan wajib menaati hukum agama dan negara). Inilah perlakuan yang tepat karena dengan begitu mereka tidak dipaksa dewasa pada saat belum siap dan tidak terlambat dalam proses pendawaan dirinya. Sehingga wajar saja bila dalam suasana kehidupan Islam yang di bangun dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah muncul pemuda-pemuda yang brilian dan tangguh semacam Ali Bin Abi Thalib, Zaid Bin Tsabit, Mus’ab Bin Umair, Usamah Bin Zaid, dan Sultan Muhammad Al-Fatih. Maka bila ingin memiliki generasi muda yang brilian dan mulia tak lain dan tak bukan satu-satunya jalan yang mendasar dan utama adalah menegakkan syariah Allah.

Inilah secuil point-point dari tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia). Untuk lebih lengkapnya dapat anda simak dalam rekaman berformat mp3 :
Kekeliruan Mendasar Tehadap Anak dan Remaja. Mp3 | 3MB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: