Tag Archive | Dwi Condro

Meraih Amalan Tertinggi (Pahala Investasi)

Dalam waktu yang terbatas, manusia mempertaruhkan kehidupannya yang abadi di alam akhirat. Jika ia gagal dalam hidupnya, gagallah ia di akhirat. Jika ia sukses dalam hidupnya, sukseslah ia di akhirat. Maka seluruh manusia akan kembali kepada Tuhannya dalam keadaan ‘menyesal’. Ada yang membawa penyesalan sangat besar, besar, dan kecil. Tergantung amalannya di dunia. Amalan apakah […]

Ust Dwi Condro Triono – Liqo Syawal HTI bersama Ulama dan Tokoh Umat

Ahad, 2 Agustus 2015 Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Sleman mengadakan Liqa Syawal Hizbut Tahrir Indonesia bersama Tokoh dan Ulama di Rumah Makan Lesehan Sego Wiwit dengan pembicara Ustadz Dwi Condro Triono Ph.D. Download Audionya disini Download Powerpointnya disini | atau disini (mirror box net) *invite pin 7C0E1967 untuk notifikasi kajian terbaru

BPJS Halal atau Haram? Ini Penjelasan DPP HTI Ust. Dwi Condro Triono,Ph.D

Angkringan Dakwah Nuzulul Qur’an Nafsune Kalah Imane Nambah

“Angkringan Dakwah” adalah sebuah program talkshow yang bertujuan mencerdaskan masyarakat dengan pemahaman Islam. Diskusi dikemas dalam bentuk obrolan di warung angkringan khas Jogja. Tema obrolan Angkringan Dakwah selalu berganti-ganti setiap pekannya. Mengangkat isu-isu aktual di tengah masyarakat. Isu ini diobrolkan dengan santai dan penuh canda, lalu dikupas dengan pandangan dan solusi-solusi Islam. Edisi 15 Angkringan […]

Makna Tawakkal IBC Deresan – Ust Dwi Condro Triono

Generasi pertama ummat Islam benar-benar memahami makna tawakkal kepada Allah SWT. Mereka bertawakkal kepada Allah SWT dengan tawakkal yang sebenar-benarnya. Oleh karenanya, mereka senantiasa sanggup menyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi. Berlainan dengan kaum muslimin dewasa ini. Mereka sudah tidak memahami makna tawakkal yang sebenarnya. Tawakkal hanya menjadi perkataan kosong tanpa ada kenyataannya dalam kehidupan mereka. […]

Makna Rizki Ust Dwi Condro Triono

Banyak orang memahami bahwa rejeki itu diperoleh dari hasil usahanya sendiri. Jika orang bekerja keras kemudian menerima gaji, hal itu dianggap dari hasil usahanya. Pedagang yang memperoleh keuntungan, dianggap karena hasil usahanya. Dokter yang menerima upah kerena mengobati pasiennya, dianggap upah itu datang dari dirinya. Ada juga sebagian orang yang memahami bahwa rejeki itu datangnya […]