Tinggalkan komentar

Khutbah: Syarat-syarat Kepemimpinan dalam Islam (KH. M. Shiddiq Al Jawi)

syarat kepemimpinan

Pada hari senin 20 Oktober 2014 yang lalu bangsa Indonesia telah memiliki presiden baru, Bapak Joko Widodo. Jika ditinjau dari prespektif Islam, maka ada dua pertanyaan yang penting dijawab. Pertama, apakah benar pemimpin baru ini memenuhi syarat di dalam islam. Kedua, apakah pemimpin baru ini akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya dalam menghadapi persoalan-persoalan yang berat di tengah masyarakat.

Apakah pengangkatan Presiden jokowi ini sah menurut syariat Islam? Di dalam Islam ada kaidah-kaidah tentang seorang pemimpin, yang disebut di dalam alquran sebagai ulil amri atau jamaknya waliyul amr, sebagaimana Surat An-Nisa ayat 59.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kalian

Hanya saja, ulil amri yang diperintahkan umat islam untuk mentaatinya, bukan sembarang ulil amri, melainkan ada syarat-syaratnya. Apa saja syarat-syarat tersebut?

Simak pemaparan selengkapnya dalam khutbah Jum’at oleh KH.M.Shiddiq Al Jawi, yang disampaikan di Masjid Al-Muhtar ISI Yogyakarta, 24 Oktober 2014.

Tinggalkan komentar

Yuk Ngaji

yukngajiMengapa seorang muslim penting untuk mengaji, apa hakikat ‘ngaji’, apa yang dikaji, bagaimana cara mengaji. Dalam kajiannya, Ustadz Yusuf  Mustakim, S.Kom.I mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’anul Karim, kata ‘cahaya’ (AnNuur) selalu disandingkan dengan ‘Allah’.

Misalnya surah Al-Maidah ayat 15 berikut:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan

‘Cahaya’ dalam Al-Qur’an identik dengan petunjuk atau hidayah Allah. Demikianlah ilmu termasuk bagian dari petunjuk Allah swt yang mampu menerangi kehidupan manusia, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan (zulumaatin). Dengan ilmu kita mampu membedakan yang haq dan bathil, halal dan haram, adil dan zhalim. Dengan ilmu pula kita mampu menjadi orang yang cerdas, yaitu yang bisa mengaitkan antara permasalahan dengan solusi yang benar menurut Islam.

Selengkapnya simak saja kajian yang bisa sahabat download di link berikut:

Tinggalkan komentar

Kaidah-kaidah Kulliyah

kaidah kulliyah

Kaidah kulliyah merupakan hukum syara yang bersifat kulli yang diungkapkan oleh para ulama dalam redaksi-redaksi tertentu yang disebut dengan qaidah atau jamaknya, al-qowa’id. Bagaimana kaidah-kaidah kulliyah hukum syara dalam khazanah Islam dapat lahir? Simak mp3 kajian dari Ustadz Titok Priastomo berikut ini :

Tinggalkan komentar

Riba, Apa & Bagaimana

RIBA CROP

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (Qur’an surah Al-Baqarah: 275)

“Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”. (HR. Al-Hakim)

“Riba itu memiliki 73 pintu. Dosa riba yang paling ringan itu semisal dosa menyetubuhi ibu sendiri” (HR.Al-Hakim)

“Satu dirham riba yang dinikmati seseorang dalam keadaan ia mengetahuinya, dosanya lebih buruk daripada berzina 36 kali” (HR.Ahmad)

“Rasulullah melaknat pemakan riba, nasabah riba, juru tulisnya, dan dua saksinya. Nabi bersabda, “mereka semua sama” (HR.Muslim)

Beberapa nash syara’ diatas adalah indikasi yang menunjukkan haramnya riba, yaitu adanya celaan-celaan yang amat keras berupa ancaman Allah akan siksa-Nya. Riba merupakan dosa diantara dosa-dosa besar. Imam Adz-dzahabi menempatkan riba di no 10 dalam urut-urutan dosa besar yang ia tulis dalam Al-Kabaairnya. Di masa kini, riba tampaknya sangat umum di masyarakat kita. Mulai dari aktivitas utang, perkreditan, permodalan, perbankan, asuransi, hampir semuanya tak bisa bersih dari transaksi riba. Rasulullah bersabda :

“Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR. Ibnu Majah & Abu Dawud)

Apa itu riba, bagaimana suatu transaksi dapat dikatakan mengandung riba? Simak kajian dari Ustadz Titok Priastomo (Staf Pengajar Ma’had Hamfara) berikut ini:

 
Tinggalkan komentar

Metode Penentuan Idul Adha

penentuan idul adhaPenentuan Hari Raya Idul Adha adalah satu topik diantara banyak topik yang sering kita bahas secara berulang, terutama ketika terjadi perbedaan penentuan diantara jamaah kaum muslimin. Tahun 2014 ini, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa ritual wukuf jamaah hajiyaitu bertepatan 9 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 3 Oktober 2014, yang artinya Hari Raya Idul Adha jatuh pada esok harinya, yaitu 4 Oktober 2014. Namun pemerintah di negeri ini menetapkan bahwa Idul Adha jatuh pada hari Ahad, 5 Oktober. Seandainya kita mampu menguasai bagaimana pemikiran dan hukum seputar metode penentuan idul Adha, maka tentu kita bisa bersikap secara benar.

Bagaimana metode yang syar’i dan rajih (kuat) untuk menentukan Hari Raya Idul Adha di negeri-negeri muslim. Simak kajian dan tanya jawab oleh Ustadz Abu Hanif, yang dilaksanakan di Masjid Al-Muhtar ISI Yogyakarta tanggal 30 Oktober 2014 berikut ini.

Simak pula Kajian Hukum-hukum Seputar Qurban oleh KH.M.Shiddiq Al-Jawi.

Tinggalkan komentar

Pria dan Wanita dalam Pergaulan Islami – Ust Titok Priastomo